Kucing Tidak Bisa Pipis dan Muntah? Kisah KC Michiko di Klinik Hewan Villa Tomang

Kucing tidak bisa pipis bukan kondisi yang boleh dianggap sepele. Apalagi jika disertai muntah, lemas, tidak mau makan, dan sering bolak-balik ke litterbox. Kondisi ini bisa menjadi tanda adanya gangguan serius pada saluran kemih kucing.

Hal inilah yang dialami oleh KC. Michiko, seekor kucing jantan berusia 3 tahun. Ia datang ke Klinik Hewan Villa Tomang dengan kondisi lemah, muntah lebih dari 5 kali dalam sehari, tidak mau makan, dan terlihat lama merejan di litterbox. Namun, tidak ada poop maupun pee yang keluar.

Awal Keluhan KC. Michiko

Pemilik membawa KC. Michiko ke Klinik Hewan Villa Tomang karena Michiko sudah tidak mau makan selama kurang lebih 3 hari. Selain itu, Michiko juga muntah berkali-kali dalam sehari.

Pemilik juga melihat Michiko tampak gelisah. Ia sering bolak-balik ke litterbox dan terlihat seperti ingin buang air. Namun, tidak ada urine atau feses yang keluar.

Kondisi seperti ini perlu segera diperiksa oleh dokter hewan. Sebab, kucing jantan memiliki risiko lebih tinggi mengalami sumbatan saluran kemih.

Pemeriksaan Fisik oleh Dokter Hewan

Saat diperiksa dokter hewan, KC. Michiko tampak lemas. Ia juga menunjukkan tanda dehidrasi dan sedikit berliur.

Dokter kemudian melakukan pemeriksaan fisik menyeluruh. Pemeriksaan ini dilakukan untuk menilai kondisi tubuh Michiko secara umum.

Pemeriksaan meliputi:

  • Suhu tubuh
  • Pola napas
  • Kondisi pupil dan selaput mata
  • Warna mukosa mulut
  • Kondisi rongga mulut
  • Warna kulit daun telinga
  • Palpasi atau perabaan area perut
  • Tingkat hidrasi melalui turgor kulit
  • Respons tubuh KC. Michiko

Dari hasil pemeriksaan awal, dokter menduga adanya gangguan pada saluran kemih atau sistem perkencingan KC. Michiko.

Dugaan Gangguan Saluran Kemih pada Kucing

Gejala seperti muntah, tidak mau makan, lemas, dan tidak bisa pipis dapat mengarah pada masalah saluran kemih. Pada kucing, kondisi ini sering berkaitan dengan sumbatan uretra, infeksi, peradangan, atau adanya endapan kristal dan batuan di kandung kemih.

Namun, dokter tidak bisa hanya mengandalkan gejala luar. Karena itu, pemeriksaan lanjutan tetap diperlukan.

Tujuannya adalah agar diagnosis lebih jelas. Dengan begitu, pengobatan bisa lebih tepat dan risiko komplikasi dapat dikurangi.

Pemeriksaan Lanjutan yang Dianjurkan

Dokter menyarankan beberapa pemeriksaan lanjutan untuk KC. Michiko. Pemeriksaan ini penting untuk mengetahui penyebab utama keluhan.

Pemeriksaan yang dianjurkan yaitu:

1. USG

USG dilakukan untuk melihat kondisi kandung kemih. Melalui USG, dokter dapat menilai apakah ada urine yang tertahan, endapan batuan, atau penebalan dinding kandung kemih.

2. Cek Darah Hematologi

Pemeriksaan hematologi dilakukan untuk melihat kondisi sel darah. Pemeriksaan ini dapat membantu mengetahui adanya infeksi, peradangan, atau respons tubuh terhadap kondisi sakit.

3. Kimia Darah

Kimia darah dilakukan untuk menilai fungsi organ. Pemeriksaan ini penting karena sumbatan urine dapat memengaruhi ginjal, hati, pankreas, dan metabolisme tubuh.

Hasil Pemeriksaan KC. Michiko

Setelah dilakukan pemeriksaan lanjutan, dokter menemukan beberapa kondisi penting pada KC. Michiko.

Hasil USG

Dari hasil USG, terlihat diameter kandung kemih membesar. Kandung kemih tampak dipenuhi urine yang tertahan.

Selain itu, terlihat adanya endapan-endapan batuan di dalam kandung kemih. Kondisi ini dapat mengganggu aliran urine dan menyebabkan rasa sakit saat kucing berusaha pipis.

Hasil Hematologi

Pada pemeriksaan darah, leukosit KC. Michiko meningkat. Hal ini dapat berkaitan dengan infeksi bakteri atau peradangan pada saluran kemih.

Neutrofil dan granulosit juga meningkat. Kenaikan ini dapat menjadi respons tubuh terhadap stres fisiologis akibat sakit dan infeksi yang sedang terjadi.

Hasil Kimia Darah

Pemeriksaan kimia darah menunjukkan beberapa nilai yang meningkat.

BUN atau Blood Urea Nitrogen meningkat. Kondisi ini dapat terjadi karena urine tertahan di dalam tubuh, sehingga ginjal tidak mampu membuang limbah metabolisme dengan baik.

Kreatinin juga meningkat. Hal ini dapat menandakan adanya gangguan atau penurunan fungsi ginjal akibat sumbatan pada uretra.

Selain itu, enzim hati seperti ALT dan total bilirubin ikut meningkat. Nilai amilase dan glukosa juga mengalami peningkatan. Kondisi ini dapat terjadi karena sumbatan urine memicu stres metabolik dan memengaruhi kerja organ lain di dalam tubuh.

Kenapa Kucing yang Tidak Bisa Pipis Bisa Muntah?

Pada kasus KC. Michiko, muntah terjadi karena limbah metabolisme tidak dapat dikeluarkan dengan baik melalui urine. Ketika urine tertahan, zat sisa seperti amonia dapat menumpuk di dalam tubuh.

Jika terus dibiarkan, zat tersebut dapat menjadi racun bagi tubuh kucing. Akibatnya, kucing bisa muntah, lemas, tidak mau makan, berliur, bahkan mengalami penurunan kondisi yang cepat.

Karena itu, kucing tidak bisa pipis harus segera diperiksa. Kondisi ini bisa menjadi keadaan darurat.

Penanganan KC. Michiko di Klinik Hewan Villa Tomang

Setelah hasil pemeriksaan menunjukkan adanya gangguan serius pada saluran kemih, dokter melakukan penanganan sesuai kondisi KC. Michiko.

Penanganan yang dilakukan meliputi:

1. Tindakan Pemasangan Kateter

Dokter melakukan tindakan pemasangan kateter untuk membantu mengeluarkan urine yang tertahan. Tindakan ini bertujuan mengurangi tekanan pada kandung kemih dan membantu membuka jalur keluarnya urine.

2. Infus dan Vitamin

KC. Michiko juga diberikan infus dan vitamin. Tujuannya adalah membantu mengatasi dehidrasi, mendukung metabolisme tubuh, dan mengembalikan stamina.

3. Terapi Pengobatan Perkemihan

Dokter memberikan terapi pengobatan untuk membantu menangani gangguan saluran kemih. Terapi disesuaikan dengan hasil pemeriksaan dan kondisi klinis Michiko.

4. Pemberian Pakan Khusus Terapi

KC. Michiko juga dianjurkan mendapatkan pakan khusus terapi. Pakan ini diberikan untuk membantu mendukung kesehatan saluran kemih dan mengurangi risiko pembentukan endapan tertentu.

5. Rawat Inap Intensif

Karena kondisi Michiko membutuhkan pemantauan, dokter menyarankan rawat inap. Dengan rawat inap, kondisi urine, hidrasi, nafsu makan, muntah, dan respons tubuh dapat dipantau lebih intensif.

Tanda Kucing Harus Segera Dibawa ke Dokter Hewan

Segera bawa kucing ke dokter hewan jika muncul tanda berikut:

  • Sering bolak-balik ke litterbox
  • Lama merejan tetapi urine tidak keluar
  • Muntah berkali-kali
  • Tidak mau makan
  • Lemas
  • Perut tampak sakit saat disentuh
  • Berliur
  • Gelisah atau mengeong kesakitan
  • Tidak pipis dalam waktu lama

Jangan menunggu kondisi semakin parah. Semakin cepat diperiksa, semakin besar peluang penanganan dilakukan sebelum terjadi komplikasi berat.

Kucing Jantan Lebih Berisiko Mengalami Sumbatan

Kucing jantan memiliki saluran uretra yang lebih sempit. Karena itu, risiko sumbatan urine pada kucing jantan lebih tinggi dibandingkan kucing betina.

Sumbatan dapat terjadi karena endapan kristal, batuan, peradangan, lendir, atau masalah lain pada saluran kemih. Jika urine tidak bisa keluar, kandung kemih akan membesar dan ginjal bisa ikut terganggu.

Kondisi ini dapat berakibat fatal jika tidak segera ditangani.

Periksa Kucing Tidak Bisa Pipis di Klinik Hewan Villa Tomang

Kasus KC. Michiko menjadi pengingat penting bagi pemilik anabul. Kucing yang tidak bisa pipis, muntah, lemas, dan tidak mau makan perlu segera mendapatkan pemeriksaan dokter hewan.

Di Klinik Hewan Villa Tomang, dokter hewan dapat membantu melakukan pemeriksaan fisik, USG, cek darah, serta penanganan sesuai kondisi anabul.

Jika kucing Anda terlihat bolak-balik litterbox, lama merejan, tetapi tidak ada urine yang keluar, segera konsultasikan ke dokter hewan.

Hubungi Klinik Hewan Villa Tomang

Untuk konsultasi dan reservasi pemeriksaan, hubungi WhatsApp:

+62 812-2255-6339

Klinik Hewan Villa Tomang siap membantu pemeriksaan kucing sakit, gangguan saluran kemih, muntah, lemas, tidak mau makan, vaksinasi, steril, USG, cek darah, dan perawatan anabul lainnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Scroll to Top